Penyebab Awal Terjadinya SUNNI & SYI'AH, 2 Kaum Partai Dalam ISLAM

September142012
Menjelang sebelum berakhirnya tugas Nabi Muhammad s.a.w. dalam menyampaikan syai'at agama ISLAM, Beliau pun melakukan Haji Wada (haji perpisahan) yang di dalamnya Beliau pun melakukan khotbah yang terakhir, dimana berisi pesan untuk seluruh umat ISLAM supaya menjaga dan memelihara agama ISLAM & keluarganya. Maksudnya yang pertama kita harus menunaikan segala syari'at ISLAM dengan menjalankan segala perintah ALLOH s.w.t & menjauhi segala larangan-Nya, kemudian yang kedua adalah kita harus menjaga dan menghormati keluarga Nabi Muhammad s.a.w. beserta seluruh keturunan Beliau. Menurut para ulama ini menyangkut tentang jabatan kholifah atas umat ISLAM setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat yang merupakan hak keturunan Nabi Muhammad s.a.w., namun karena Beliau hanya mempunyai anak perempuan, jadi jabatan kholifah atas umat ISLAM merupakan hak cucu Nabi Muhammad s.a.w. dari anaknya Fatimah melalui pernikahan dengan Ali bin Abi Tholib yaitu Hasan & Husein, karena anak perempuan Nabi Muhammad s.a.w. yang lain tidak mempunyai keturunan.

Setelah beberapa bulan sejak Haji Wada, Nabi Muhammad s.a.w. pun wafat setelah menyampaikan agama ISLAM selama 22 tahun 2 bulan 22 hari dalam usia lebih kurang 63 tahun. Lalu mulailah terjadi pertanyaan di kalangan seluruh umat ISLAM tentang siapa yang akan menggantikan jabatan kholifah Nabi Muhammad s.a.w. dikarenakan Hasan & Husein masih sangat kanak - kanak. Lalu diadakanlah musyawarah untuk memilih seorang kholifah untuk memimpin umat ISLAM setelah wafatnya Rosululloh s.a.w., sehingga dimulailah masa khulafaurrosyidin, yaitu masa kekholifahan 4 sahabat terdekat Nabi Muhammad s.a.w. yaitu Abu Bakar Asy-Syidiq, Umar bin Khothob, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib.

Setelah melalui musyawarah sehingga yang pertama, dipilihlah Abu Bakar Asy-Syidiq menjadi kholifah dengan pertimbangan bahwa Beliau merupakan sahabat terdekat Rosululloh s.a.w. dan yang tertua diantara 3 sahabat yang lain, serta karena Beliau termasuk golongan orang - orang yang pertama masuk ISLAM. Setelah beberapa lama memimpin, sayyidina Abu Bakar Asy-Syidiq pun wafat, sehingga diadakan lagi musyawarah sehingga yang kedua, dipilihlah Umar bin Khothob menjadi kholifah, dengan pertimbangan Beliau merupakan sahabat terdekat Rosululloh s.a.w. dan yang tertua di antara 2 sahabat yang lain. Begitupun setelah beberapa lama sayyidina Umar bin Khothob pun wafat, sehingga diadakan lagi musyawarah untuk memilih kholifah, namun disinilah mulai adanya beda pendapat di kalangan umat ISLAM, dimana kelompok yang satu mendukung Utsman bin Affan menjadi kholifah dengan pertimbangan selain merupakan sahabat terdekat Rosululloh s.a.w. juga lebih tua dari Ali bin Tholib, namun kelompok yang kedua mendukung Ali bin Abi Tholib dengan pertimbangan selain merupakan sahabat terdekat Rosululloh s.a.w. juga merupakan keponakan Rosululloh s.a.w. juga suami dari Fatimah anak Rosululloh s.a.w. juga ayah dari Hasan & Husein cucu Rosululloh s.a.w. yang merupakan pewaris tahta kekholifahan atas umat ISLAM yang sebenarnya. Namun Ali bin Abi Tholib mengundurkan diri dari dukungan atas dirinya dan mempersilahkan Utsman bin Affan menjadi kholifah untuk menunjukkan rasa hormat karena lebih tua darinya. Sehingga terpilihlah untuk yang ketiga, Utsman bin Affan menjadi kholifah.

Pada masa kekholifahan Utsman bin Affan inilah terjadi perluasan wilayah kekuasaan ISLAM sampai ke Persia & Asia Tengah dan Mesir & Afrika Utara, sehingga terjadilah pemindahan pusat pemerintahan ISLAM dari Madinah ke Baghdad, Iraq. Dan pada masa ini pula mushaf - mushaf Al-Qur'an disusun sehingga menjadi seperti yang sekarang. Namun pada masa ini pula lah mulai terjadi perpecahan yang nyata di kalangan umat ISLAM, dimana setelah beberapa lama, sayyidina Utsman bin Affan pun tewas ditikam saat akan melakukan sholat Subuh oleh seorang musuh dari golongan orang munafik yang berhasil menyusup, sehingga sontak mengejutkan seluruh umat ISLAM.

Setelah wafatnya sayyidina Utsman bin Affan secara tiba - tiba, terjadilah kekosongan kholifah atau pemimpin pemerintahan ISLAM, sehingga umat ISLAM selain sibuk mencari pembunuh dan pihak yang harus bertanggungjawab atas pembunuhan itu, juga sangat khawatir dengan serangan musuh - musuh ISLAM karena akan sangat berbahaya jika ada serangan di saat tidak adanya seorang kholifah. Sehingga banyak pihak yang mengusulkan untuk segera diangkatnya seorang kholifah yaitu Ali bin Abi Tholib dalam kondisi yang sangat darurat, namun keluarga Utsman bin Affan menginginkan sebelum adanya pengangkatan kholifah yang baru, si pembunuh harus ditangkap dan diadili terlebih dahulu. Namun karena lebih banyak pihak yang mempertimbangkan kondisi darurat itu, sehingga hal yang dilakukan lebih dulu adalah mengangkat Ali bin Abi Tholib menjadi kholifah yang keempat di akhir masa khulaurrosyidin.

Setelah Ali bin Abi Tholib menjadi kholifah, banyak pihak yang lega karena khawatir dengan serangan musuh - musuh ISLAM seperti kerajaan Romawi yang siap menghancurkan pemerintahan ISLAM dan mengambil alih wilayah kekuasaan ISLAM, sehingga kestabilan berangsur - angsur mulai terjadi. Namun pada masa kekholifahan Ali bin Abi Tholib inilah, perpecahan umat ISLAM mulai membesar dan nyata terjadi dari dalam (masalah intern). Dimana timbul 3 kelompok umat ISLAM, kelompok yang kesatu mendukung dan setia dengan diangkatnya Ali bin Abi Tholib menjadi kholifah, kelompok kedua terdiri dari keluarga Utsman bin Affan dan pendukungnya yang kecewa dengan langsung diangkatnya Ali bin Abi Tholib secara resmi menjadi kholifah serta timbul pendapat yang menyebutkan seharusnya sayyidina Utsman bin Affan digantikan oleh anaknya menjadi kholifah, serta kelompok ketiga adalah orang - orang yang tidak memihak kelompok kesatu atau kedua.

Dalam permasalahan intern yang terus membesar dan menggerogoti kekholifahan Ali bin Abi Tholib, sehingga pihak musuh dari golongan orang - orang munafik ingin memanfaatkan kondisi itu, dengan mengatur rencana penyusupan dan pembunuhan terhadap kholifah. Sehingga sayyidina Ali bin Abi Tholib pun tewas ditikam saat akan menunaikan sholat Subuh di masjid (sekarang masjid kubah emas di Baghdad, Irak). Dengan wafatnya sayyidina Ali bin Abi Tholib maka hancurlah kekholifahan ISLAM sehingga berakhirlah fase khulafaurrosyidin ini.

Setelah masa khulafaurrosyidin jatuh, pemerintahan ISLAM pecah menjadi 2 kelompok besar, kelompok ke-1 adalah para pendukung setia sayyidina Ali bin Abi Tholib & keluarganya yang berjanji akan setia menunggu Hasan & Husein dewasa sehingga mengangkat Hasan atau Husein menjadi kholifah sebagaimana amanat dan hak atas kekholifahan umat Nabi Muhammad s.a.w., sehingga sebelum Hasan atau Husein dewasa tidak akan ada kholifah di antara mereka, sehingga inilah cikal bakal golongan Syi'ah. Sementara kelompok yang ke-2 terdiri dari keluarga Utsman bin Affan & pendukungnya yang langsung mendirikan kekholifahan ISLAM sendiri sehingga dimulailah Dinasti Umayyah, inilah yang menjadi cikal bakal golongan Sunni. Dua kelompok umat ISLAM ini terus terjadi pergesekkan karena perbedaan pendapat yang nyata diantara mereka bahkan sering terjadi peperangan, inilah yang menjadi awal perpecahan umat ISLAM sampai saat ini.

Setelah beberapa lama berdiri, kekuasaan Dinasti Umayyah terus membesar dan meluas. Sehingga timbul lah masa penguasa dholim, dimana ada 1 kholifah dholim dari Dinasti Umayyah yang beribukota di Damsyik (sekarang Damaskus, Siria) yang bertindak sewenang - wenang dalam kekuasaannya dan terhadap rakyatnya sendiri. Kholifah dholim itu pun tahu dan menyadari tentang amanat Rosululloh s.a.w. sehingga memerintahkan pasukannya untuk membunuh Imam Hasan & Imam Husein beserta keluarganya (keluarga dan garis keturunan Rosululloh s.a.w.) karena takut jabatan kholifah nya atas umat ISLAM diambil pewaris yang sah. Berita bahaya itu pun terdengar Imam Hasan, Imam Husein beserta keluarganya, sehingga Imam Hasan pun memutuskan untuk lari menyelamatkan diri ke wilayah timur tanah Arab bersama keluarganya karena kekuatannya dengan pengikutnya jelas kalah dibanding pasukan itu. Imam Hasan pun mengajak Imam Husein beserta keluarganya untuk lari menyelamatkan diri, namun Imam Husein memutuskan untuk tetap tinggal dan hanya menyuruh anak dan keluarganya untuk lari menyelamatkan diri dengan Imam Hasan. Lalu Imam Husein dan pengikut setianya tetap tinggal di kediamannya untuk menghadapi pasukan kholifah dholim itu, sehingga terjadi perang di Karbala, Iraq. Karena kalah jumlah dan kekuatan, Imam Husein beserta pengikutnya itu pun terbunuh dan mati syahid, bahkan pasukan kholifah dholim itu menyembelih dan memenggal kepala Imam Husein untuk dibawa kepada kholifah dholim itu sebagai bukti. Setelah sampai di Damsyik, kholifah dholim itu pun memamerkan kepala Imam Husein di dalam masjid sebelum sholat berjamaah supaya jadi peringatan kepada rakyatnya untuk tidak menentang kekuasaannya.

Hari terbunuhnya Imam Husein (di Karbala, Iraq) diperingati oleh seluruh umat ISLAM sampai sekarang sebagai Hari Asy-Syuro (hari berkabung dan kesedihan) bagi kita semua. Karena terus diburu untuk dibunuh oleh kholifah dholim, Imam Hasan beserta keluarganya dan keluarga Imam Husein terus lari menyelamatkan diri ke wilayah timur tanah Arab, seperti Persia (Iran), Pakistan, Afghanistan, India bahkan sampai ke Nusantara (Indonesia & Malaysia) yang ikut dengan para pedagang Arab dan Gujarat.

Hikmah yang dapat kita ambil dari sejarah ini adalah bahwa di masa lampau ada oknum dari golongan Sunni yaitu seorang kholifah dholim yang berbuat dholim terhadap keluarga Rosululloh s.a.w., namun atas tragedi dibunuhnya Imam Husein r.a. ada oknum dari golongan madzhab Syi'ah yang sampai tidak mengakui Abu Bakar Asy-Syidiq, Umar bin Khothob dan Utsman bin Affan sebagai kholifah di masa khulafaurrosyidin.

Menurut Hadits, Nabi Muhammad s.a.w. adalah Nabi dan Rosul terakhir sehingga kita adalah umat yang terakhir yang akan menghadapi hari kiamat, tapi apakah pada generasi kita?
Menurut Hadits, diutusnya Nabi Muhammad s.a.w. dengan Hari Kiamat ibarat telunjuk dan jari tengah yang sangat berdekatan, sehingga tanda kiamat sughro (kecil) yang sudah terjadi adalah diawali dengan diutusnya Nabi Muhammmad s.a.w., kemudian terbunuhnya Utsman bin Affan setelah Rosululloh s.a.w. wafat, kemudian timbulnya 2 kelompok orang beriman yang saling bermusuhan (Sunni & Syi'ah), dan adanya amanat Nabi Muhammad s.a.w, yang disia - siakan, maksudnya pesan kepada seluruh umat ISLAM untuk menjaga dan memelihara agama ISLAM dan keluarga Nabi Muhammad s.a.w. setelah kewafatan Beliau.

Hikmah mempelajari sejarah ini adalah kita menjadi tahu bahwa perpecahan umat ISLAM memang sudah terjadi sejak masa lampau bahkan tidak lama setelah Nabi Muhammad s.a.w. wafat. Sehingga menurut Hadits, di akhir zaman sebelum kiamat umat ISLAM akan terpecah menjadi 73 golongan, namun hanya 1 golongan yang selamat. Coba kita perhatikan sudah ada berapa golongan umat ISLAM sekarang ini question Mungkin 1 golongan itu adalah ISLAM yang dipimpin oleh Imam Mahdi sebagai kholifah sebelum terjadi kiamat, karena menurut Hadits Imam Mahdi sama akhlaq dan perilakunya dengan Nabi Muhammad s.a.w. tapi perawakan dan rupanya tidak sama, serta Imam Mahdi adalah seorang keturunan Nabi Muhammad s.a.w. dari Hasan atau Husein. Sehingga menjadi wajar bahwa Imam Mahdi akan hadir membawa ISLAM murni dengan manhaj atau sistem kenabian Nabi Muhammad s.a.w.


Terkait dengan coretan lainnya ¤ Kondisi Peradaban Umat Manusia di Akhir Zaman yang Menyangkut Tanda - Tanda Kemunculan DAJJAL

Sekian coretan ini, sekedar tafakur dalam melihat perpecahan umat ISLAM yang semakin menjadi, semoga bermanfaat, WALLOHU'ALAM dan WASSALAM.


1 klik nya bro1 klik / pencet nya bro mrgreen



vikingoisoadcjr.mwb.im




Share on Facebook Share on Twitter

Comments

22 responses to "Penyebab Awal Terjadinya SUNNI & SYI'AH, 2 Kaum Partai Dalam ISLAM"

yangyang clanspecial Download Game Aplikasi on 11:41 AM, 14-Sep-12

kunjungan pagi , maaf akhir2 ini saya jarang berkunjung ke blog sobat..

N44R4 on 11:43 AM, 14-Sep-12

hanya allah yg tau siapa diantara 73 golongan yg benar cheesy-grin
Yg terpenting zaman skrg ini ialah perbanyak amal mulai yg wajib+sunnah mrgreen

Riski fadli on 12:27 PM, 14-Sep-12

thanks bro info nya


Kalau da waktu berkunjung yah....

Tedyivk on 12:34 PM, 14-Sep-12

kunjungan siang kang,,nice post di tunggu kunbalnya kangbiggrin

Ryan on 12:58 PM, 14-Sep-12

subhanallah..sung postingan yg bermanfaat

Full Musik Download on 01:19 PM, 14-Sep-12

mantap dah gan..

vian aja on 01:29 PM, 14-Sep-12

klo ceramah nnti malem sob..biggrin

uyatitaziex tk on 01:48 PM, 14-Sep-12

siip pengetahuan yg bermamfaat

Ali N V on 01:59 PM, 14-Sep-12

Sangat bermanfaat sobat

Otong Buncir on 03:50 PM, 14-Sep-12

panjang dan lebar ulasannya, lbh lengkapnya ada di kitab2 karya muhammad haikal...judulnya gag ah takt promo www.azegile.pun.bz

Asep Ahya Al'ansori on 08:11 PM, 14-Sep-12

@vian aja,
ini jawabnya malam sobcheesy-grin
@Otong Buncir,
hehe sebutin saja sob biar lebih cerah pengetahuan tentang ini smile
@N44R4,
bener sob tetaplah berpegang teguh pada Al-Qur'an dan Hadits smile
@all brader tengkyu kunjungannya smile

тяιиιđαđ вυđιмди on 08:35 PM, 14-Sep-12

menurut yg saya baca justru perpecahan itu terjadi di hari ketika nabi wafat. Satu golongan mendukung abu bakar , satu golongan lain mendukung ali sebagai khalifah pengganti

Asep Ahya Al'ansori on 09:25 PM, 14-Sep-12

@тяιиιđαđ вυđιмди,
iya kang dari musyawarah yg pertama para sahabat sudah bingung menentukan diantara 4 sahabat Rosululloh yg terdekat yg urutannya Abu Bakar Asy-Syidiq, Umar bin Khothob, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Tholib.
perpecahan mulai benar2 terjadi saat Utsman bin Affan tewas terbunuh oleh golongan munafik yg tinggal di sekitar Baghdad yaitu mereka mengaku masuk ISLAM padahal hati mereka ingin menghancurkan ISLAM.
Tapi jikalau sang pewaris garis keturunan keluarga Nabi Muhammad saw dari Fatimah yaitu Hasan atau Husein saat itu sudah dewasa mungkin akan langsung diangkat jadi kholifah dan tdk akan terjadi kebingungan di kalangan para sahabat waktu itu

Basid89 on 06:21 PM, 15-Sep-12

hadir Gan..
mantap infonya. .^^

Emon Yess on 09:20 AM, 16-Sep-12

Mantap bro..
Ane smpe terbawa emosi baca artikel ente..
Ane tunggu kisah lanjutan husain nya aja..
Tlng post in ea bro..

Rohmat Widi on 09:22 AM, 16-Sep-12

benar benar kayak pak ustad nih, adminya. Thanks siraman rohaninya. Tapi belum selesai baca. Hhe. Iklanmu udah tak klik. Jangan lupa klik iklanku yg ada di navigation menu.biggrin

Asep Ahya Al'ansori on 02:12 PM, 17-Sep-12

@Rohmat Widi,
ok sob, siap?
@Emon Yess,
kalem sob, siapsmile

Mustbend on 06:04 AM, 21-Sep-12

kunjungan balik gan

dendy on 09:45 PM, 31-Dec-12

assalamu'alaikum.. trima kasih atas infonya tentang sunni dan syi'ah, tp yg saya baca dari referensi lain ko' berbeda penjelasannya, disini dikatakan bahwa syi'ah adalah para pendukung setia sayyidina Ali bin Abi Tholib & keluarganya yang berjanji akan setia menunggu Hasan & Husein dewasa sehingga mengangkat Hasan atau Husein menjadi kholifah sebagaimana amanat dan hak atas kekholifahan umat Nabi Muhammad SAW, sedangkan sunni terdiri dari keluarga Utsman bin Affan & pendukungnya yang langsung mendirikan kekholifahan ISLAM sendiri sehingga dimulailah Dinasti Umayyah.
apakah penjelasannya tidak terbalik tentang syi'ah dan sunni..??? trima kasih.. mohon penjelasannya, assalamu'alaikum
.

Asep Ahya Al'ansori on 11:06 AM, 02-Jan-13

@dendy,
Wallohu'alam hanya Allah s.w.t. yang mengetahui segala sesuatu, tidak terbalik sohib, ini hanya pengetahuan saya selama ini jadi pasti ada perbedaan dengan orang lain smile
yang saya kemukakan adalah perpecahan yg terjadi saat era khulaurrosyidin dimana menurut saya itu merupakan cikal bakal sunni dan syi'ah.
kesalahan syi'ah yang ditentang para ulama sunni adalah syi'ah tidak mengakui Abu Bakar, Umar bin Khothob dan Utsman bin Affan sebagai kholifah di masa khulafaurrosyidin dan berhukum hanya dengan Al-Qur'an tanpa menghiraukan Sunnah. Sedangkan kesalahan Sunni adalah menurut sejarah ada kekholifahan dari kelompok Sunni yaitu masa dinasti Umayyah dan Abasiyah yang melakukan kejahatan dengan memburu dan membunuh keluarga Nabi Muhammad s.a.w. salah satu contohnya adalah terbunuhnya Imam Husein r.a. cucunya Rosululloh.
Semua hal itu terdapat dalam hadits, dimana Nabi Muhammad s.a.w. menyebutkan setelah kewafatan akan terjadi bencana yang menimpa umat ISLAM, dimulai dengan terbunuhnya Utsman bin Affan, lalu adanya 2 golongan orang beriman yang saling bermusuhan (Sunni & Syi'ah), lalu akan terjadi bencana yang menimpa keluarga Rosululloh yaitu berupa pengusiran dan pembunuhan.
Dan menurut hadits, umat ini akan mengalami beberapa masa, yaitu :
1. Era kenabian (masa Rosululloh s.a.w. ketika masih hidup)
2. Era kekholifahan berdasarkan metode kenabian (masa khulafaurrosyidin)
3. Era penguasa zalim (masa Umayyah dan Abasiyah)
4. Era penguasa diktator (masa sekarang ini yang umumnya di setiap negara)
5. Era kekholifahan berdasarkan metode kenabian (masa Imam Mahdi kelak menjelang kiamat kubro)
Terakhir menurut hadits, menjelang kiamat umat Islam akan terbagi menjadi 73 golongan sementara yang akan selamat hanya 1 golongan. Jadi coretan ini hanya untuk mengingatkan tentang pesan Nabi Muhammad s.a.w. yaitu jika ingin selamat dunia dan akherat kita harus mengikuti Al-Qur'an & Hadits(Sunnah)[/]. Wassalam & Wallohu'alam.

sa'dullah on 10:09 PM, 23-Feb-13

MAAF ISI ARTIKELNYA BANYAK SEKALI YANG KELIRU MOHON PENULIS UNTUK BELAJAR LEBIH BANYAK LAGI TENTANG SEJARAH ISLAM

Asep Ahya Al'ansori on 02:54 AM, 24-Feb-13

@sa'dullah,
oce tengkyu ane terima sarannya smile
apapun yg ane tulis di blog ini hanya sekedar pengetahuan dan rohmat dari Allah s.w.t.

Subscribe to comment feed: [RSS] [Atom]

New Comment

[Sign In]
Name:

Email:

Comment:
(You can use BBCode)

Security:
Enable Images


 
Back to Top